Tata Cara Pindah Memilih Pada Pilpres 2014

Tidak tertutup kemungkinan pada pemungutan suara saat Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014 mendatang, akan ada sejumlah warga negara yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya pada Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang telah ditentukan. Demi menjamin pelaksanaan hak pilih warga negara, Komisi Pemilihan Umum telah menetapkan mekanisme untuk hal sedemikian.

Melalui Peraturan KPU Nomor 19 Tahun 2014 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara di Tempat Pemungutan Suara dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014, KPU menjelaskan tata cara yang harus dilakukan bagi warga negara yang ingin pindah memilih.

 “Normalnya memang pemilih akan memilih pada TPS yang telah ditentukan, sesuai dengan dimana yang bersangkutan tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap. Namun demikian, peluang untuk pindah memilih tetap ada. KPU Banjarbaru juga menerima pertanyaan tentang hal terkait, termasuk melalui kontak di website kita”, demikian jelas Mhd Wahyu NZ, penanggung jawab Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Pengembangan SDM KPU Kota Banjarbaru.

Karenanya, melalui media ini KPU Kota Banjarbaru menginformasikan kepada publik, tata cara pemilih yang akan pindah memilih, atau memilih pada TPS lain yang berbeda dengan TPS yang telah ditentukan. Tata cara pindah memilih tersebut adalah sebagai berikut:

Pemilih yang karena keadaan tertentu tidak dapat memberikan suara di TPS asal tempat Pemilih terdaftar dalam DPT dan memberikan suara di TPS lain akan dimasukkan dapat Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb).

Keadaan tertentu yang dimaksud di atas adalah:

  • menjalankan tugas di tempat lain pada hari dan tanggal Pemungutan Suara;
  • menjalani rawat inap di rumah sakit atau Puskesmas dan keluarga yang mendampingi;
  • menjadi tahanan di rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan;
  • tugas belajar;
  • pindah domisili; dan
  • tertimpa bencana alam.

Untuk kemudian pindah memilih, Pemilih wajib melapor kepada PPS asal untuk memperoleh Formulir Model A.5 PPWP dengan menunjukkan KTP atau Identitas Lain. PPS akan mengecek Pemilih tersebut dalam DPT pada TPS asal, dan apabila Pemilih tersebut tercantum dalam DPT, PPS menandatangani dan memberikan formulir Model A-5 PPWP serta mencoret nama Pemilih tersebut dari DPT pada TPS asal.

Kemudian Pemilih melapor kepada PPS tempat Pemilih akan memberikan suaranya paling lambat 3 (tiga) hari sebelum hari dan tanggal Pemungutan Suara, dengan menunjukkan KTP/Identitas lain serta formulir Model A-5 PPWP yang telah ditandatangani oleh Ketua PPS asal.

Bagi Pemilih yang akan memberikan suara di TPS lain, tetapi kesulitan mendapatkan Model A-5 PPWP dari PPS asal, maka Pemilih yang bersangkutan dapat meminta Model A-5 PPWP dari KPU/KIP Kabupaten/Kota tujuan paling lambat 10 (sepuluh) hari sebelum hari dan tanggal Pemungutan Suara.

Pemilih yang telah mendapatkan Model A-5 PPWP sebagaimana dimaksud pada mekanisme kedua, harus melapor kepada KPPS tujuan tempat Pemilih akan memberikan suaranya pada TPS setempat paling lambat 3 (tiga) hari sebelum hari dan tanggal Pemungutan Suara.

Demikianlah tata cara pindah memilih bagi pemilih yang tidak dapat memberikan suaranya pada hari dan tanggal pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 di TPS asal.