Sosialisasi Pilkada Banjarbaru 2015 Melalui Kesenian Bapandung

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarbaru gunakan media seni budaya tradisional “Bapandung” untuk melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih dalam penyelenggaraan Pilkada di Kota Banjarbaru tahun 2015 ini. Seni tradisional Banjar ini berhasil menarik minat masyarakat untuk menyaksikan.

Menghadirkan Syukur, salah seorang seniman yang bergelut pada seni-seni tradisional Banjar, pesan-pesan terkait Pilkada Banjarbaru 2015 disampaikan dengan cara yang segar.

Sosialisasi Pilkada Kota Banjarbaru 2015 Melalui Kesenian Bapandung
Bapandung, Seni Tradisional Banjar dalam Sosialisasi Pilkada
Kota Banjarbaru Tahun 2015

Mhd Wahyu NZ, penanggung jawab Divisi Sosialisasi dan Pendidikan pemilih KPU Kota Banjarbaru menyampaikan bahwa pemilihan kesenian bapandung ini tak lepas dari bentuk dasar seni bapandung itu sendiri. “Bapandung adalah seni tutur, sehingga sangat pas jika digunakan sebagai media penyampai pesan-pesan pilkada kali ini,” ujar Wahyu.

Melalui kesenian bapandung ini, KPU Kota Banjarbaru menyampaikan beberapa poin terkait pelaksanaan Pilkada Banjarbaru tahun 2015. Pesan pemilih cerdas dan berkualitas (anti politik uang) menjadi pesan utama yang disampaikan pada setiap pementasan.

“Substansi pesan tetap diarahkan oleh KPU Kota Banjarbaru, namun penyampaian tentu menyesuaikan dengan situasi panggung dan lain sebagainya. Kami hanya menetapkan poin apa saja yang harus disampaikan oleh pamandungan,” tambah Wahyu.

Setiap kali gelaran bapandung yang dilaksanakan pada tingkat kecamatan di Kota Banjarbaru, selalu saja berhasil menyedot perhatian masyarakat untuk menyaksikan. Bahkan tak jarang ditemui warga yang menyatakan tidak pernah mengetahui bahkan melihat kesenian tradisional yang memang hampir punah ini.