Sejarah Pilkada Kota Banjarbaru

Kota Banjarbaru
Kota Banjarbaru
Pada sejarahnya, Kota Banjarbaru berdiri atas dasar inisiatif Gubernur Kalimantan waktu itu, dr. Murdjani yang berniat merancang suatu daerah yang akan menjadi ibukota Provinsi Kalimantan (yang belum terbagi menjadi beberapa provinsi sebagaimana saat ini). Gubernur Murdjani dibantu seorang perencana bernama Van der Pijl. Nama banjarbaru sedianya hanyalah nama sementara yang diberikan Gubernur dr. Murjani, untuk membedakan dengan Kota Banjarmasin.

Kota Banjarbaru, secara resmi berdiri berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Banjarbaru (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3822) yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, BJ. Habibie dan diundangkan pada tanggal 20 April 1999.

Sehingga dengan demikian, sejak saat itu Kota Banjarbaru telah secara resmi melepaskan statusnya sebagai Kota Administratif (Kotif) dan secara resmi pula tepisah dari daerah induknya, Kabupaten Banjar. Peralihan status tersebut semakin mantap setelah dilaksanakannya pelantikan Akhmad Fakhrulli sebagai pejabat Walikota Kota Banjarbaru oleh Menteri Dalam Negeri Syarwan Hamid di Jakarta, 27 April 1999.

Sebelum berdiri sendiri sebagai sebuah daerah otonom, Kotif Banjarbaru dipimpin oleh Walikota Administratif. Berikut adalah daftar Walikota Administratif yang pernah memimpin Kota Banjarbaru:
1966-1970H. Baharuddin, BA
1970-1975H. Abd. Gaffar Hanafiah
1975-1981H. Abdul Moeis
1981-1983H. Abdurrahman
1983-1984H. Edy Rosasi
1984-1986H. Zawawi M. Aini
1986-1990H. Yuliansyah
1990-1993H. Raymullan
1993-1998H. Hamidhan B
1998-1999H. A. Fakhrulli

Pilkada Kota Banjarbaru Tahun 2000

Pemilihan kepala daerah (pilkada) untuk memilih Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru untuk pertama kalinya digelar pada tahun 2000. Saat itu, pemilihan walikota dan wakil walikota dilaksanakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru.

Sebagai hasil pemilihan, pasangan Rudy Resnawan dan Rahmat Thohir ditetapkan sebagai Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru periode 2000-2005.

Pilkada Kota Banjarbaru Tahun 2005

Penyelenggaraan Pilkada Kota Banjarbaru Tahun 2005 adalah untuk yang pertama kalinya pasangan walikota dan wakil walikota langsung dipilih oleh rakyat dalam sebuah pemungutan suara.

Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru yang diselenggarakan pada tahun 2005 ini menghasilkan pasangan Rudy Resnawan – Ruzaidin Noor sebagai Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru periode 2005-2010.

Pilkada Kota Banjarbaru Tahun 2010

Specimen Surat Suara - Pilkada Banjarbaru 2010
Specimen Surat Suara – Pilkada Banjarbaru 2010
Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru yang diselenggarakan pada Tahun 2010 sampai saat ini merupakan penyelenggaraan pilkada yang paling banyak diikuti oleh pasangan calon sebagai peserta pemilihan. Tercatat terdapat 7 (tujuh) pasangan calon walikota dan wakil walikota yang mengikuti kontestasi kali ini.

Selain itu, pada penyelenggaraan Pilkada Kota Banjarbaru tahun 2010 inilah mulai dikenal adanya pasangan calon perseorangan atau biasa disebut sebagai calon indipenden.

Ketujuh pasangan calon walikota dan wakil walikota Banjarbaru tersebut adalah sebagai berikut:
1.  Pasangan Arie Sophian – Budi Yamin
2.  Pasangan Rahmat Thohir – Iwan Budiman
3.  Pasangan Rusdiansyah – Abdul Gafur ZA
4.  Pasangan Hadi Soesilo – Muhammad Jayadinoor
5.  Pasangan Fathul Achmadi Abby – Muhammad Farhan Mahdie
6.  Ruzaidin Noor – Ogi Fajar Nuzuli
7.  Noor Sjahdy – Husaini

Sebagai hasil akhirnya, pasangan Ruzaidin Noor dan Ogi Fajar Nuzuli terpilih dan ditetapkan sebagai Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru periode 2010-2015.

Pilkada Kota Banjarbaru Tahun 2015

Specimen Surat Suara - Pilkada Banjarbaru 2015
Specimen Surat Suara – Pilkada Banjarbaru 2015
Kota Banjarbaru kembali melaksanakan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota pada tahun 2015. Pilkada tahun 2015 di Kota Banjarbaru ini menjadi istimewa dan berbeda dengan pilkada-pilkada sebelumya di Kota Banjarbaru adalah karena merupakan bagian gelombang pertama pelaksanaan pilkada serentak di seluruh Indonesia.

Selain menjadi bagian pilkada serentak, Pilkada 2015 juga memiliki sejumlah perbedaan jika dibandingan dengan pilkada sebelumnya, maupun pemilihan umum. Salah satu bagian penyelenggaraan yang berbeda adalah adanya fasilitasi kampanye bagi seluruh pasangan calon. Selain itu, pada Pilkada Kota Banjarbaru tahun 2015 inilah untuk pertama kalinya KPU Kota Banjarbaru melaksanakan debat antar pasangan calon yang disiarkan secara langsung melalui media televisi dan radio.

Tiga pasangan calon Walikota dan Walikota Walikota Banjarbaru yang berlaga pada Pilkada 2015 Kota Banjarbaru adalah:
1.  Pasangan Joko Triono dan Soegeng Soesanto;
2.  Pasangan Ruzaidin Noor dan Fitri Zamzam; serta
3.  Pasangan Nadjmi Adhani dan Darmawan Jaya Setiawan.

Sebagai hasil dari pemungutan suara Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru yang diselenggarakan pada 9 Desember 2015, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarbaru menetapkan pasangan Nadjmi Adhani dan Darmawan Jaya Setiawan sebagai Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru terpilih. Penetapan pasangan Nadjmi-Jaya tersebut dilakukan melalui sebuah Rapat Pleno Terbuka KPU Kota Banjarbaru yang dilaksanakan pada 22 Desember 2015.

Hasil Perolehan Suara Pilkada Banjarbaru 2015