Pansus Optimis RUU Pemilu Tuntas April 2017

Berita KPU & Kepemiluan 27/11/2016

Ketua Panitia Khusus Rancangan Undang-undang Pemilihan Umum (Pansus RUU Pemilu), Lukman Edy, mengatakan, pihaknya optimistis pembahasan RUU Pemilu akan tuntas pada April 2017 mendatang. Diperkirakan, RUU Pemilu itu sudah bisa dibawa ke paripurna pada akhir April 2017. “Kita optimistis lah ya. Rencana menyelesaikan pembahasan dengan pemerintah pada akhir April 2017. Mudah mudahan akhir April 2017 sudah bisa bawa ke paripurna,” ujar Lukman Edy, di Jakarta, Jumat (25/11).

Pansus Optimis RUU Pemilu Tuntas April 2017
Pansus RUU Pemilu

Untuk tahap pertama, Pansus RUU Pemilu akan mengangendakan rapat konsultasi dengan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk membahas keputusan MK tentang kepemiluan selama ini. Selanjutnya, Pansus akan berkonsultasi dengan Mahkamah Agung (MA) untuk membahas penguatan sistim peradilan pemilu yang ideal. Kemudian, kata Lukman Edy, dilakukan dengar pendapat dengan seluruh penyelenggara pemilu mulai dari tingkat pusat sampai daerah. Rapat itu juga untuk mengevaluasi pemilu dan pilkada sebelumnya.

“Karena pada dasarnya revisi UU juga akan melakukan perbaikan proses maupun kualitas pemilu dari sebelumnya. Pansus juga melakukan dengar pendapat dengan seluruh komponen yang bergerak di kepemiluan,” jelasnya.

Tim Pansus, kata Lukman Edy, sudah sepakat pembahasan dilakukan dengan sistem pengelompokan berdasarkan isu isu yang dianggap krusial. Sistim ini dilakukan agar pembahasan dapat berjalan lebih cepat. “Pembahasan isu-isu krusial dengan sistim cluster akan dilakukan pada tingkat pleno pansus,” ucapnya.

Adapun sejumlah poin krusial dalam RUU Pemilu seperti terkait ambang batas parlemen (parliamentary threshold), sistem terbuka atau tertutup atau perpaduan antara keduanya. Selain itu, persoalan penambahan kursi seiring dengan bertambahnya jumlah wilayah pemilihan.

7 Calon Anggota KPU RI dari Kalsel Dinyatakan Lulus Seleksi Administrasi
Mhd Wahyu NZ: Partisipasi Harus Berkualitas

ARSIP INFORMASI TERKAIT

Diwarnai Walk Out, DPR Sahkan RUU Pemilu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) pada Jumat (21/7) dini hari tadi. Pengambilan keputusan pengesahan RUU Pemilu tersebut akhirnya dilakukan dengan mekanisme suara terbanyak (voting) yang disertai dengan sikap walk o...
Perludem: Jangan Sampai RUU Pemilu Digugat ke MK Direktur Eksekutif Perludem, Titi AnggrainiDirektur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengatakan, Panitia Khusus (Pansus) Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu harus mengantisipasi jangan sampai RUU Pemilu yang disahkan DPR RI nanti digugat ke Mahkamah Konstutusi...
KPU Berharap Pembahasan RUU Pemilu Selesai Tepat Waktu Pemungutan Suara PemiluKetua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, mengharapkan pembahasan RUU Pemilu dapat selesai tepat pada waktunya. Jika terlambat disahkan, tahapan awal persiapan Pilkada dan Pemilu serentak dapat terganggu. "Semakin cepat penyelesaian RUU Pemilu, tentu semakin baik. Na...
Pansus RUU Pemilu Sepakati Sederhanakan Proses Rekapitulasi Ilustrasi Pemungutan Suara PemiluPanitia Khusus Rancangan Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilihan Umum di Dewan Perwakilan Rakyat menyepakati penyederhanaan proses rekapitulasi suara. Hal itu dimaksudkan untuk mengurangi ataupun mencegah kecurangan saat pemilu. Selama ini, setelah penghitungan s...
Arief Budiman: Wacana Ad Hoc Dapat Mengganggu Proses Pemilu Arief Budiman Ketua KPU RI 2017-2022Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, mengatakan tidak sepakat dengan ide pansus RUU Pemilu yang mewacanakan status ad hoc kepada KPU kabupaten dan kota. Menurut Arief, wacana tersebut justru dapat mengganggu proses pemilu. Arief menuturkan, keberadaa...