KPU Laksanakan FDG Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan

Pada hari Jumat, 05 Mei 2017 lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) melaksanakan Focus Discussion Group (FGD) tentang Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan sebagai ikhtiar untuk meminimalisir permasalahan klasik daftar pemilih. FDG dilaksanakan dengan peserta pakar serta pengamat pemilu, pegiat pemilu di LSM dan beberapa anggota KPU Provinsi.

Komisioner KPU RI, Viryan, menyampaikan sejumlah catatan sebagai bagian hasil dari PDG tersebut. Diantaranya adalah bahwa pola tahapan daftar pemilih sejak pemilu 1955 hingga sekarang belum mengalami perubahan signifikan, yaitu dimulai dengan Coklit oleh Pantarlih (PPDP), disusun DPS, DPS diumumkan, masukan/tanggapan terhadap DPS, DPS diperbaiki menjadi DPT. Pendetailan terhadap pola tahapan ini dengan tambahan tahapan DPSHP serta adanya DPKTB/DPTb1/DPTb terjadi di pemilu 2014 dan pilkada serentak.

KPU Laksanakan FDG Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan
KPU Laksanakan FDG Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan
Foto: Viryan (Dok)

Pola tahapan tersebut dilakukan dengan kondisi belum ada internet, komputer bahkan mesin ketik saja masih langka. Pola penyusunan daftar pemilih yang digunakan sejak tahun 1955 sudah tidak dapat lagi menjawab kebutuhan tersajinya daftar pemilih yang berkualitas. Pengulangan masalah daftar pemilih berkali kali mesti dijawab dengan perubahan pendekatan dalam manajemen daftar pemilih.

Dalam catatannya, Viryan juga menyampaikan bahwa saat ini mobilitas pemilih semakin cepat, sehingga menuntut kemampuan KPU menyesuaikan pola kerja agar dapat tetap melayani pemilih dengan baik. Kemajuan teknologi data, informasi dan komunikasi yang semakin cepat menjadi peluang untuk memperbaiki pola tahapan dan cara kerja pemutakhiran daftar pemilih.

“Memang diperlukan sebuah inisiatif yang orisinil, aplikatif, detail dan memiliki wow-effect,” papar Viryan.