Juri: Penyelenggara Pemilu Harus Profesional dan Berintegritas

Dua syarat menjadi penyelenggara pemilu yaitu harus profesional dan menegakkan integritas, karena akan bersentuhan dengan pihak-pihak yang memburu kekuasaan. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua KPU RI Juri Ardiantoro di hadapan peserta Orientasi Tugas Kepemiluan Calon PNS KPU RI yang digelar di Jakarta, dan berlangsung dari tanggal 24-29 Oktober 2016.

“Bekerja di KPU harus diorientasikan kepada kepentingan negara atau yang lebih luas. Kita harus profesional dalam terhadap pekerjaan kita. profesional disini artinya faham apa pekerjaan kita, kita mampu mengerjakannya dan ketiga mampu mempertanggungjawabkannya,” papar Juri. 
Juri Andiantoro. Ketua KPU RI.
Juri juga menegaskan, bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) harus mempunyai cara pandang yang luas. Bukan hanya sebagai pekerja, tetapi sebagai aparat yang harus memikirkan tentang negara dari perspektif PNS yang bekerja di KPU.
Peran sekretariat KPU, menurut juri, juga tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan komisioner, baik di level pusat, provinsi maupun kabupaten/kota. Karena komisioner bersifat ad hoc, sedangkan sekretariat permanen. Ia juga berpandangan, kedepan, KPU akan menjadi lembaga seperti halnya KPU di negara lain yang sangat diperhitungkan dan dihormati.