Juri Ardiantoro: Media Jangan Jadi Sumber Kegaduhan

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Juri Ardiantoro menyampaikan, saat ini media massa memiliki peran yang besar untuk membentuk opini publik. Dalam pelaksanaan kampanye pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (pilkada) ia berharap media mampu memanfaatkan posisi strategisnya tersebut untuk melakukan pendidikan politik yang bisa mendewasakan masyarakat, Jumat (11/11).

“Jangan sampai media jadi sumber kegaduhan, dan bisa menjadi sumber perpecahan, tetapi sebaliknya kita harus dorong memanfaatkan kampanye dalam media untuk mendewasakan pemilih, mengedukasi pemilih, dan membuat pemilih menjadi rasional di dalam menggunakan haknya memilih kandidat yang tersedia,” papar Juri.

Penandatanganan Keputusan Bersama KPU, Bawaslu, dan KPI (11/11)
Sumber: KPU

Hal tersebut disampaikan Juri Ardiantoro dalam acara Penandatanganan Keputusan Bersama Antara Bawaslu, KPU, dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Dalam Pembentukan Gugus Tugas Pengawasan dan Pemantauan Pemberitaan Penyiaran & Iklan Kampanye Pilkada Melalui Lembaga Penyiaran

Terkait makna kampanye, Juri mengatakan ada dua kepentingan yang wajib difasilitasi secara adil. Namun banyak pihak yang mengartikan kampanye hanya sebagai sarana untuk penyampaian visi, misi, dan program dari partai politik maupun pasangan calon semata, tanpa memperhatikan kepentingan publik.

“Kampanye sering dipahami semata-mata hanya untuk mempromosikan kandidat. Padahal kampanye juga adalah ruang di mana rakyat dan pemilih bisa mendapatkan haknya. Jadi pemilih harus diberi ruang yang cukup, kesempatan yang cukup untuk mendapatkan informasi, mengetahui latar belakang kandidat dan track record-nya,” terang Juri. (kpu.go.id)