Jelas! Sekretaris KPU Banjar Bukan Anggota Parpol di Banjarbaru!

BANJARBARU – Berawal dari penyerahan salinan dokumen bukti keanggotaan partai politik pada beberapa waktu lalu, dan ketika Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarbaru melakukan pemeriksaan awal atas dokumen yang diserahkan, petugas pemeriksa yang kebetulan adalah salah seorang Komisioner KPU Kota Banjarbaru, Mhd Wahyu NZ, rupanya menemukan hal yang menggelitik.

“Ya bagaimana tidak, saat memperhatikan satu-persatu salinan KTP dan KTA anggota salah satu parpol, saya melihat sebuah identitas dengan foto wajah yang sangat saya kenal. Nama dan alamatnya juga tahu. Ya, akhirnya langsung saja saya sampaikan pada pengurus parpol tersebut, bahwa orang ini (sambil menunjuk salinan KTP & KTA) tidak mungkin menjadi anggota parpol. Karena beliau saat ini adalah PNS aktif, dan lebih dari itu, beliau adalah Sekretaris KPU Kabupaten Banjar,” kisah Wahyu.

Petugas Penelitian Banjarbaru Rizal bersama Sekretaris KPU Kab Banjar Ramli
Rizal Petugas Penelitian Banjarbaru & Sekretaris KPU Kab. Banjar Ramli

“Ya karena prosedurnya untuk data atau kejadian seperti itu adalah KPU harus meminta pernyataan tertulis dari yang bersangkutan, maka itulah yang harus kami lakukan,” ucap Wahyu lagi.

Maka kemudian, pada tahap penelitian faktual administrasi, petugas dari KPU Kota Banjarbaru mendatangi kediaman yang bersangkutan, dan diterima secara langsung oleh beliau. Muhammad Ramli, Sekretaris KPU Kabupaten Banjar memang berdomisili di Kota Banjarbaru, di Kelurahan Guntung Manggis.

Sabtu (25/11) sore, Petugas Penelitian Administrasi KPU Kota Banjarbaru menjumpai beliau di kediaman, serta  menyampaikan maksud dan kedatangan. Ramli segera dan tanpa ragu menandatangani surat pernyataan bahwa yang bersangkutan adalah Pegawai Negeri Sipil Aktif dan bukanlah seorang anggota partai politik.

“Saya tidak tahu, dari mana mereka (partai politik -red) bisa mendapatkan salinan KTP saya, dan kemudian dijadikan anggota parpol secara sepihak, sama sekali di luar pengetahuan saya. Padahal di KTP itu sudah jelas tertulis pekerjaan sebagai PNS, dan bisa dihitung bahwa sekarang masih belum pensiun. PNS aktif tidak mungkin menjadi anggota partai politik,” urai Ramli.

Lebih lanjut menanggapi hal ini, Mhd Wahyu NZ menegaskan bahwa tentu saja keanggotaan atas nama Muhammad Ramli pada partai yang bersangkutan akan digugurkan, atau tidak memenuhi syarat (TMS).

“Ya soal PNS mendadak jadi anggota parpol ini memang tidak hanya satu ini, ada beberapa. Semua kita perlakukan sama, sekalipun kita tahu persis bahwa seseorang itu PNS aktif atau sudah pensiun. Cuma, berhubung yang satu ini adalah bagian dari KPU, dalam hal ini adalah KPU Kab. Banjar, maka ceritanya jadi sedikit menarik. Selain itu, kita juga mudah melakukan penelitian faktual, beliau sudah faham apa yang harus dilakukan, jadinya tak perlu panjang lebar menjelaskan,” ujar Wahyu sembari tersenyum.

“Hanya saja, ada sebuah pelajaran penting dari kejadian ini. Kita berharap kawan-kawan partai politik akan semakin tertib dalam hal keanggotaannya. Toh, jika parpol tertib keanggotaan, maka yang diuntungkan adalah parpol itu sendiri,” pungkas Wahyu.

_______
Ditulis dalam topik Warna-Warni Pemilu. Sebuah kumpulan tulisan yang bersifat ringan, terdiri dari kumpulan kisah-kisah kecil sebagai pernak-pernik yang mewarnai penyelenggaraan pemilihan umum maupun pilkada di Kota Banjarbaru.