Gunakan Bahasa yang Bisa Saja

Sudah menjadi pengetahuan umum, bahwa Kota Banjarbaru adalah sebuah daerah multi kultural di Kalimantan Selatan. Beragam suku bangsa ada di Banjarbaru. Warga Kota Banjarbaru sudah terbiasa dengan hal ini dan dengan beragam hal lain yang terkait dengannya. Salah satu bentuk sederhananya adalah dalam hal bahasa.

Gunakan Bahasa yang Bisa Saja
Gunakan Bahasa yang Bisa Saja. Gambar: britishcourse.com

Kejadian ini adalah memang terkait dengan bahasa. Kejadian yang dialami oleh salah seorang anggota Tim Penelitian Faktual Administrasi KPU Kota Banjarbaru, saat melakukan penelusuran kegandaan anggota partai politik calon peserta pemilihan umum (Pemilu) tahun 2019 di Kota Banjarbaru.

Saat akhirnya berhasil menemukan alamat salah seorang anggota parpol yang kebetulan tercatat ganda pada lebih dari satu partai politik, maka tentu tim akan segera menyampaikan salam pada penghuni rumah, untuk kemudian menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan. Demikianlah yang selalu dilakukan. Sebagaimana beberapa waktu lalu. Saat tim melakukan penelusuran pada salah satu kelurahan di Kota Banjarbaru.

Kebetulan yang berada di rumah saat itu adalah sang isteri, sementara yang dicari adalah sang suami, tercatat sebagai anggota pada 2 (dua) partai politik. Salah seorang anggota Tim Penelitian yang mengawali adalah seorang perempuan, sebut saja Bunga (bukan nama aselinya).

Setelah menyampaikan salam, Bunga langsung menyampaikan sebuah pertanyaan yang pada intinya adalah menanyakan keberadaan sang suami, apakah sedang berada di rumah atau tidak. Hanya saja, ketika menyampaikan pertanyaan tersebut, Bunga yang orang Banjar, menyampaikannya dalam Bahasa Jawa. Mungkin karena sudah bisa menebak bahwa sang isteri tersebut berasal dari Jawa.

Sebenarnya tidak ada masalah dalam hal ini. Sudah lumrah bila Urang Banjar bisa bahasa Jawa, dan sebaliknya. Asal syarat utamanya bisa terpenuhi, yakni memang sama-sama mengerti. Hanya saja kemudian diketahui, bahwa ada sedikit persoalan yang itu diketahui setelah si Ibu penghuni rumah menjawab pertanyaan Bunga dengan Bahasa Jawa yang lebih halus. Bunga nampak terkejut dibuatnya. Minimal, jadi bengong karenanya.

Alhasil, muncul pengakuan dari Bunga, bahwa ia tak mengerti apa yang disampaikan oleh si Ibu itu. Beruntung anggota tim lainnya ada yang faham dan bisa berkomunikasi dalam bahasa Jawa dengan baik. Tentu saja, ngobrol-ngobrolnya dilanjutkan setelah anggota tim lainnya dan si Ibu tertawa bersama atas kejadian itu. Ternyata Bunga, menurut pengakuannya, bisanya cuma sedikit.

Namun justru, kejadian-kejadian kecil semacam itu membuat komunikasi menjadi lebih mudah dan akrab, bahkan bisa penuh canda tawa, antara Tim dari KPU Kota Banjarbaru dan warga yang dijumpai. Selain itu, juga membuktikan satu hal, bahwa beruntung kita, bangsa ini, memiliki Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

“Makanya, Bunga. Lain kali gunakan bahasa yang benar-benar bisa saja. Bahasa Indonesia semua akan bisa. Perkara komunikasi bisa diatasi, cuma malunya itu yang agak sulit diatasi,” ucap Komisioner yang turut menjadi anggota tim kepada Bunga, yang jadi keki.

_______
Ditulis oleh Mhd Wahyu NZ, dalam topik Warna-Warni Pemilu. Sebuah kumpulan tulisan yang bersifat ringan, terdiri dari kumpulan kisah-kisah kecil sebagai pernak-pernik yang mewarnai penyelenggaraan pemilihan umum maupun pilkada di Kota Banjarbaru.