Anggaran Fleksibel Dibutuhkan KPU Dalam Tahapan Pemilu

KPU & Kepemiluan 15/06/2013

Jakarta, kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah merencanakan anggaran sebesar 8,4 triliun dalam pelaksanaan tahapan pemilu. KPU juga mengapresiasi sikap yang diambil oleh Komisi II DPR-RI mengenai optimalisasi anggaran dengan tidak adanya pemotongan anggaran. Namun, KPU berharap agar dapat diperhatikan usulan tentang anggaran yang fleksibel sesuai tahapan pemilu.

KPU juga membutuhkan dukungan Komisi II DPR-RI agar Kementerian Keuangan memperhatikan fleksibilitas dan percepatan anggaran dalam rangka pelaksanaan tahapan dan program Pemilu 2014. KPU sudah menyusun tahapan secara terukur sampai ke tanggal pelaksanaan, sehingga apabila terjadi keterlambatan anggaran dan pencairan dapat mempengaruhi pelaksanaan tahapan yang tepat waktu.

Hal tersebut disampaikan Ketua KPU Husni Kamil Manik kepada Komisi II DPR-RI saat digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang rapat Komisi II DPR-RI, Rabu (12/06). Selain dengan KPU, RDP mengenai penyempurnaan perubahan RKA K/L Tahun Anggaran 2013 tersebut juga digelar bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP), dan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Selain itu, KPU juga masih membutuhkan 77 miliar untuk pembayaran kekurangan uang kehormatan Anggota KPU Kabupaten/Kota yang belum dibayarkan sejak bulan Januari hingga Juni 2013 ini seiring dengan realisasi Keputusan Presiden yang telah diterbitkan Januari yang lalu,” ujar Husni yang juga didampingi oleh Anggota KPU Sigit Pamungkas dan Arief Budiman, serta Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPU Arif Rahman Hakim.

Mengenai anggaran KPU yang masih dibintang oleh Kementerian Keuangan, tambah Husni, masih ada tiga macam anggaran, yaitu anggaran bimbingan teknis (Bimtek) bantuan hukum, tambahan bagi Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih), dan anggaran kendaraan operasional bagi KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota.

Wakil Ketua Komisi II DPR-RI Arif Wibowo yang memimpin rapat juga menegaskan bahwa Komisi II DPR-RI sudah sepakat untuk menolak pemotongan anggaran bagi kementrian atau lembaga yang menjadi mitra kerja Komisi II DPR-RI. Namun ada beberapa hal yang harus didalami dan ditindaklanjuti di badan anggaran. Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi II Budiman Sujatmiko yang menyatakan bahwa Komisi II DPR-RI akan berada didepan untuk membantu meningkatkan kinerja kementerian atau lembaga mitra kerja Komisi II DPR-RI.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPR-RI Alexander Litaay dalam pendapatnya lebih menekankan pada pengalokasian anggaran. Alexander Litaay menilai perlu lebih diperhatikannya alokasi anggaran bagi program penguatan kelembagaan demokrasi dan perbaikan proses politik, serta diperbanyak alokasi anggaran untuk daerah.

“Saya lebih menekankan pada voters education, karena di Ambon saya melihat ada tiga spanduk yang bertuliskan terima uangnya jangan pilih orangnya, ada uang ada suara, dan kami tunggu serangan fajar, ini kan ironis,” tegas Alexander Litaay.


DCS Banjarbaru Penuhi Keterwakilan Perempuan
Daftar Calon Sementara (DCS) DPRD Kota Banjarbaru 2014

ARSIP INFORMASI TERKAIT

Data Penerimaan Dokumen Parpol 16 Oktober 2017 Pukul 24.00 WITA Berikut disampaikan rekapitulasi data partai politik yang telah mendapatkan tanda terima kelengkapan dokumen (data keanggotaan) sebagai salah satu persyaratan menjadi calon peserta pemilihan umum tahun 2019 di Kota Banjarbaru. Daftar partai politik yang telah mendapatkan tanda terima di Kota Banjarb...
Senin Malam, KPU Kalsel Lakukan Monitoring di Banjarbaru Monitoring KPU Kalsel di KPU BanjarbaruAnggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Selatan, Nurkholismajid melaksanakan monitoring tahapan penerimaan kelengkapan dokumen partai politik yang dilaksanakan di Kota Banjarbaru pada Senin (16/10). Datang sendirian, Nurkholismajid turut me...
UPDATE: Penerimaan Dokumen Parpol Hingga 15 Oktober 2017 Berikut disampaikan rekapitulasi data partai politik yang telah mendapatkan tanda terima kelengkapan dokumen (data keanggotaan) sebagai salah satu persyaratan menjadi calon peserta pemilihan umum tahun 2019 di Kota Banjarbaru. Daftar partai politik yang telah mendapatkan tanda terima di Kota Banjarb...
Ketua KPU Prov. Kalsel Lakukan Monitoring ke Banjarbaru Samahuddin Turut Menunggu Kedatangan ParpolKetua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Selatan, Samahuddin, pada hari ini Sabtu (14/10) melakukan monitoring pelaksanaan penerimaan kelengkapan dokumen persyaratan partai politik calon peserta pemilihan umum tahun 2019 yang berlangsung d...
Siapkan Pelayanan Maksimal, KPU Banjarbaru Gelar Simulasi Simulasi Penyerahan Dokumen & Penelitian AdministrasiGuna memastikan kesiapan serta agar dapat memberikan pelayanan maksimal bagi calon peserta Pemilihan Umum Tahun 2019 di Kota Banjarbaru yang akan menyerahkan dokumen persyaratan calon peserta pemilu, KPU Kota Banjarbaru gelar simulasi penyerahkan...