17 Agustus 2014: Dirgahayu Republik Indonesia

Seluruh jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarbaru menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan YME, bahwa kini sudah 69 tahun Republik Indonesia merdeka. Semoga momentum ini dapat memberikan semangat positif dan konstruktif bagi kita semua untuk selalu berusaha menjadi lebih baik. Melalui usaha bersama, Bangsa Indonesia akan menjadi semakin maju dan sejahtera.

17 Agustus 2014
Berikut disampaikan sambutan Ketua KPU RI dalam rangka peringatan HUT ke-69 Republik Indonesia, 17 Agustus 2014

Dalam kesempatan yang berbahagia ini marilah kita memberikan penghormatan yang tinggi kepada para pejuang dan pahlawan bangsa serta para pendahulu kita, yang telah rela mengorbankan jiwa dan raganya demi memperjuangkan kemerdekaan negara dari tangan penjajah. Jasa-jasa dan pengorbanan mereka tentunya harus kita balas dengan menyumbangkan prestasi yang terbaik dalam rangka mengisi kemerdekaan, mewujudkan cita-cita proklamasi serta meraih kejayaan bangsa dan negara.

Kita juga memberikan penghormatan yang tinggi kepada para penyelenggara Pemilu yang gugur ketika menyelenggarakan Pemilu diantaranya seorang petugas KPPS di Rembang dan 2 (dua) orang PPLN Jeddah.

Selanjutnya, mengingat HUT Kemerdekaan kita tahun ini dilaksanakan masih dalam suasana perayaan Idul Fitri 1435 Hijriah, saya juga ingin menggunakan forum ini untuk mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin, bagi seluruh anggota
Keluarga Besar KPU. Semoga amal ibadah yang telah kita laksanakan di bulan Ramadhan ini akan diterima oleh Allah SWT sebagai amal saleh.

Selain itu, mari kita jadikan momentum Hari Raya Idul Fitri ini untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus tetap mengobarkan semangat peningkatan kinerja dalam menuntaskan penyelenggaraan Tahapan Pemilu 2014.

Dalam peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 2014 ini, Pemerintah telah menetapkan suatu tema untuk dapat kita pedomani dalam kehidupan berbangsa dan bernegara setahun kedepan. Untuk lengkapnya tema tersebut berbunyi “Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Dukung Suksesi Kepemimpinan Nasional Hasil Pemilu 2014 Demi Kelanjutan Pembangunan Menuju Indonesia yang Makin Maju dan Sejahtera”.

Guna mencapai tujuan yang terkandung dalam tema dimaksud, kiranya tidak berlebihan jika KPU juga mencanangkan suatu sub tema yaitu “Dengan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita selesaikan Tahapan Pemilu 2014 guna Mewujudkan Legitimasi Pemerintahan yang Demokratis Menuju Indonesia yang Maju dan Sejahtera”.

Selama 2 (dua) tahun terakhir ini, Pemerintah telah menjadikan pemilu sebagai tema HUT Kemerdekaan RI. Hal ini tentunya menjadi tugas berat KPU untuk berupaya mewujudkan cita-cita yang terkandung dalam tema HUT Kemerdekaan dimaksud. Sebab, semua pihak berharap penyelenggaraan Pemilu 2014 dapat menjadi tonggak sejarah untuk menuntaskan proses konsolidasi demokrasi Indonesia. Setelah tiga kali pemilu yang demokratis pada 1999, 2004 dan 2009 mampu menghasilkan stabilitas dan ketahanan demokrasi, yang ditandai oleh munculnya legitimasi demokrasi yang diterima secara luas di masyarakat.

Dalam kesempatan ini, perkenankan saya untuk mengingatkan kita semua bahwa KPU telah memiliki paling tidak 3 (tiga) capaian yang harus terus dikapitalisasi agar dapat mewujudkan tugas berat tersebut. Pertama, kita telah berhasil menyelenggarakan Pemilu Legislatif 9 April 2014 dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014 lalu dengan aman, tertib, dan lancar. Pemerintah, masyarakat dan dunia internasional telah mengapresiasi kinerja KPU dalam menyelenggarakan Pemilu 2014 yang LUBER dan Jurdil.

Kedua, tingginya tingkat kepercayaan dan kepuasan publik terhadap kinerja dan netralitas KPU yang terlihat dari hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada Bulan Juni hasil survei menunjukan sebanyak 61,3 % masyarakat mengaku puas terhadap kinerja KPU dan sekitar 70% masyarakat mempercayai netralitas KPU, sementara hasil survei tanggal 04 s/d 06 Agustus 2014 lalu menunjukan sebanyak 67,49 masyarakat Indonesia percaya hasil perolehan suara yang diumumkan oleh KPU dan jajarannya.

Ketiga, apresiasi juga diberikan oleh lembaga “Kemitraan” atas inovasi KPU dalam mengimplementasikan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan Pemilu 2014. Penghargaan ini terutama terkait publikasi sertifikat hasil penghitungan suara (Form C1) yang dilakukan KPU, telah mempermudah masyarakat untuk mengakses dan mengawasi hasil pemilu. Karena KPU dinilai telah melaksanakan prinsip “open governance” maka Kemitraan mengusulkan agar KPU mendapatkan penghargaan Musium Rekor Indonesia (MURI) atas
publikasi data pemilu secara online, dan rekor kategori terbanyak publikasi data pemilu karena telah berhasil mempublikasikan lebih dari satu juta lembar Data Pemilu 2014. Juga penghargaan lainnya dari lembaga dalam dan luar negeri lainnya.

Ketiga capaian tersebut hendaknya dapat terus kita kembangkan sebagai tekad kuat untuk menyelesaikan keseluruhan rangkaian tahapan pemilu 2014. Saat ini, seluruh jajaran KPU saya minta dapat berkonsentrasi penuh untuk penyelesaian sengketa pemilu dan gugatan hukum terhadap KPU yang berlangsung serentak di Mahkamah Konstitusi, DKPP, dan Peradilan Umum. Selain itu, kita juga harus Mengerahkan segala sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan tahapan penyelesaian pemilu yang terdiri atas pembubaran badan penyelenggara pemilu adhoc, evaluasi penyelenggaraan pemilu maupun penyusunan laporan hasil pemilu, serta penyusunan dokumentasi, dan pengelolaan arsip pemilu.

Besar harapan saya, tahapan penyelesaian pemilu yang paripurna oleh KPU akan mewujudkan peningkatan kualitas pemilu, menuju ke demokrasi yang semakin terkonsolidasi demi tercapainya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.

Demikian beberapa hal yang dapat saya sampaikan dalam kesempatan ini. Kepada seluruh jajaran KPU, saya ucapkan selamat merayakan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-69, jayalah negeriku, jayalah bangsaku dan jayalah demokrasiku. Semoga Allah Subhanahu Wa ta’ala, Tuhan YME senantiasa bersama kita.