12 dari 14 Parpol Berhasil Lalui Penelitian Administrasi

Kamis (14/12) malam, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia menyampaikan menyampaikan hasil penelitian administrasi perbaikan atas dokumen dari 14 partai politik (parpol) calon peserta Pemilu 2019.  Penyampaian hasil ini didasarkan proses penelitian administrasi perbaikan yang telah dilakukan dari tingkat kabupaten/kota hingga KPU RI.

12 Parpol Berhasil Lalui Penelitian Administrasi
12 Parpol Berhasil Lalui Penelitian Administrasi. Foto: KPU RI

Berdasarkan hasil penelitian administrasi perbaikan tersebut, KPU RI menyatakan bahwa dari keempat belas parpol yang telah melakukan perbaikan administrasi, hanya terdapat 12 parpol yang dapat mengikuti tahapan verifikasi faktual. 2 parpol lainnya tidak dapat melanjutkan.

12 parpol yang lanjut ke verifikasi faktual adalah: Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Demokrat, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Golongan Karya (Partai Golkar), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasdem (NasDem), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Sementara 2 parpol yang tidak bisa lanjut ke verifikasi faktual adalah Partai Berkarya (Berkarya) dan Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Partai Garuda).

Tahap berikutnya yang akan dilalui oleh parpol calon peserta Pemilu 2019 adalah verifikasi faktual untuk memastikan kebenaran dan keabsahan dokumen keanggotaan, kepengurusan, maupun status kantor tetap partai politik. Tahapan verifikasi faktual ini akan berlangsung pada 15 Desember 2017 hingga 4 Januari 2018 mendatang.

Pada kesempatan lain, Ketua KPU RI Arief Budiman menyampaikan bahwa verifikasi faktual di seluruh wilayah Indonesia akan diperuntukkan bagi parpol baru, Untuk parpol lama atau yag sudah pernah menjadi peserta Pemilu 2014 hanya akan menjalani verifikasi faktual di daerah otonomi baru (DOB).

Arief juga mengatakan, proses verifikasi faktual parpol calon peserta Pemilu 2019 terbagi dalam dua kelompok. Hal ini berkaitan dengan perbedaan waktu pelaksanaan penelitian administrasi parpol calon peserta Pemilu mendatang.